Langsung ke konten utama

Contoh Cerpen Anak

TABAH ANAK DESA

Suara ayam,gemerijik air, dan cicit burung adalah hiasan alam yang selalu menemani pagi Tabah di desa kandang Gajah.
Tabah menguap dan dmerentangkan badan. Dedaunan melambai ikut menyambut pagi bersama angin semilir yang meyusup bersama matahari dari celah-celah jendela rumahnya.
Setelah selesai menghabiskan makan pagi ya bermain   kelapangan di mana teman-teman mereka biasanya berkumpul.
Setelah sampai di lapangan , teman –teman Tabah langsung  mengajaknya bermain sepak bola. Dan Karti bersama teman – teman sebayanya tampak berlari – larian , tampaknya mereka sedang bermain  petak jongkok.
Mereka terus bermain tak terasa Matahari sudah meninggi, Desa Kandang  Gajah yang sedang diselimuti kabut, perlahan mulai tampak pertanda siang telah menjelang.
Setiap Hari Minggu siang anak-anak di Desa Kandang Gajah memang rutin berenang, mereka berenang sambil mencari ikan dan kijing yang bentuknya seperti kerang untuk tambahan lauk pauk di rumah mereka.
Lalu Tabah segera menceburkan dirinya ke sungai, diikuti teman-temannya yang lain. Sebagian mereka telanjang bulat, karena takut celananya basah.
Semua anak masih berenang lari ke arah bersama Lulu menghentikan candanya di dalam air.
Baru satu jam, anak-anak itu mendapatkan ikan yang cukup banyak.
Tetapi ketika sedang asik mencari ikan tiba-tiba seorang ibu tergopoh-gopoh memanggil anaknya.
Tabah berkata dengan penuh semangat seraya menunjukkan hasil tangkapannya.
Tetapi Karti bertanya-tanya, sebab tidak biasanya ibu menyuruh kami pulang. Hari minggu adalah hari bermain buat anak-anak Kandang Gajah. Lagipula ibunya yang bekerja sebagai tukang cuci tidak biasanya pulang jam dua siang.
Lagipula karti melihat muka ibunya merah padam dan tampak panik.
Sang ibu langsung menggendong Karti tanpa menjawab pertanyaan anaknya dan Tabah pun berlari di belakangnya.
Begitu sampai di rumah, Tabah bingung karena di rumahnya orang-orang berkumpul. Laki-laki, perempuan, tua dan muda. Malahan ada mobil polisi yang parkir di depan rumahnya.



Tabah dan Karti segera menuruti perkataan ibunya. Dari kamar mandi, Tabah dan Karti mencoba menguping orang-orang yang berbicara di ruang depan.
Dari dalam kamar mandi yang pintunya hanya dilapisi kain terdengar juga suara orang-orang yang menangis. Akhirnya Tabah dan Karti tahu bahwa musibah telah menimpa keluarganya.
Pamannya yang hidup membujang dan tinggal bersama mereka mengalami kecelakaan yang menyebabkan pamannya meninggal. Tabah dan Karti pun terdiam. Lalu Karti menangis.
Paman Tabah yang meninggal itu adalah seorang tukang kredit, dia meninggal karena terserempet truk di dekat toko koh ahong di dekat pasar. Karena terserempet truk sepedanya oleng dan tidak dapat dikendalikan. Akhirnya pamannya itu tersambar bus yang kebetulan lewat di situ. Begitu kata seorang saksi mata.
Paman Tabah adalah tulang punggung keluarga membiayai kehidupan keluarga Tabah dan Karti. Sekarang berarti tinggal ibu yang bekerja sebagai tukang cuci harus membiayai kehidupan rumah itu.
Tabah adalah anak yang tidak mengenal ayahnya, karena begitu ia lahir sampai sekarang ibunya tidak pernah menceritakan perihal ayahnya tersebut. Bahkan kalau Tabah bertanya ibunya tidak pernah menjawab di mana ayahnya. Siapa namanya? Masih hidup atau telah meninggal seperti pamannya.
Sore itu menjadi sore yang membuat hati Tabah dan keluarganya bersedih, Setelah maghrib orang-orang berkumpul untuk melaksanakan tahlilan mendoakan pamannya agar diterima di sisi Tuhan.
Suara yasinan bergemuruh di rumahku yang sempit. Gemuruhnya memenuhi langit-langit, seperti segerombolan lebah yang sedang berkumpul.

Setelah tahlilan selesai suasana rumah Tabah menjadi lengang kembali, semuanya sedang berduka. Tabah dan Karti duduk di samping ibunya. Sampai mereka berdua tertidur.

Komentar

  1. Terima Kasih Telah Mengunjungi Blog saya. Jangan lupa Kritik dan Sarannya ya
    ^_^

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumpulan Pantun

Kumpulan Pantun  Pantun jenaka Ikan tuna bukan di tambak Jangan masuk ke dalam peti Kami tertawa terbahak-bahak Lihat nenek pakai rok mini Pantun nasehat Mony e t bergelar si buruk rupa Suka memanjat pohon jambu Ayo kawan selagi muda Mari berlomba mencari ilmu Pantun teka-teki Roda sepeda berputar Menuju  ke arah Jakarta Kalau engkau memang pintar Hewan apa berkaki lima Pantun remaja Buah manggis rasanya manis Buah pepaya di kebun saya Apa kabar adik yang manis? Apa sudah ada yang punya? Pantun anak-anak buah jambuku dipetik disimpan dan kami timbun wahai anakku si cantik segeralah engkau bangun